1000 Orang Yang Melewati Jembatan Siratal Mustaqim, Hanya 1 orang Yang Lolos ke Surga.

 

Potretdepok.com, Setelah Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yang lain. Setelah itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

Setelah semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman “Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tidak ada siapapun yang menjawab. Lalu Dia sendiri yang menjawab dengan keagungan-Nya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yang Maha Kuasa lagi Maha Kekal dan Hidup, tidak mati.

Setelah 40 tahun, Malaikat Israfil alaihissalam dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, kemudian seluruh makhluk bangkit di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar yang rata tidak berbukit dan tidak bulat seperti bumi.

Semua manusia kemudian hidup melalui benih anak Adam yang disebut “Ajbuz Zanbi” yang berada di ujung tulang belakangnya. Hiduplah manusia seperti pohon yang berkembang dari benih.

Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak merasa malu karena pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tetentan masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

Lalu datanglah api yang beterbangan yang mengumpulkan manusia, jin dan binatang menjadi kelompok yang besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupa anaknya, suami akan lupa isterinya, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka sendiri.

Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihilangkan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Terjadilah huru-hara yang amat dahsyat.

Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Seluruh makhluk terkejut melihat ukuran malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

Kemudian matahari muncul dengan panas yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari itu berada di bumi, maka pasti seluruh bumi terbakar, bukit-bukit hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka merasakan kepanasan dan bermandikan keringat sehingga keringat mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka terus seperti itu sampai 1000 tahun.

Terdapat satu telaga milik Nabi Muhammad Sallallahu AlaihiWasallam bernama Al-Kautsar yang mengandung air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin saja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

Semua makhluk berada dibawah cahaya matahari yang amat panas kecuali 7 golongan yang mendapat keteduhan, dari Arsy. Mereka ialah:

ⅰ- Pemimpin yang adil.

ⅱ- Orang muda yang taat kepada perintah Allah.

ⅲ- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.

ⅳ- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.

ⅴ- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”.

ⅵ- Lelaki yang bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).

ⅶ- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

Karena sangat-sangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu ingin berbuat apa selain mereka yang beriman, kemudian mereka yang beriman mendengar suara “pergilah berjumpa dengan para Nabi”. Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal karena Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah Subhanahu Wa Taala. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya melakukan kesalahan seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ke hadirat Allah Subhanahu Wa Taala. Lalu kemudian dikabulkan Allah.

Setelah itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk karena mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arsy Allah yang dipikul oleh 8 malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga ‘Arasy itu tiba dibumi.

Arsy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah yang mempunyai 4 batang tiang yang senantiasa dipikul oleh malaikat, mempunyai 4 istana yang didalamnya ada seribu kamar yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia mengandung embun yang menutupi cahcahayany.

Kursi yaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arsy yang dipikul oleh 4 malaikat yang sangat besar. Ukuran kursi lebih kecil dari ‘Arsy umpama cincin ditengah padang pasir. Dalam bahasa sederhana ia umpama singgasana yang terletak dihadapan istana.

Seluruh makhluk pun menundukkan kepala karena takut. Lalu dimulailah timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arsy menuju ke leher pemiliknya dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & ‘Atid / Kiraman Katibin.

Manusia berkumpul dalam shaf mengikuti Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang-orang kafir & munafik berbaris dibelakang pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda tersendiri untuk dibedakan.

Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah(Pembunuhan).

Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Ukurannya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.

Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

Ketika dihisab, mulut manusia akan dikunci, tangan akan berkata-kata, kaki akan menjadi saksi. Tidak ada yang bisa berbohong lagi. Semua akan di adili oleh Allah Ta’ala dengan Maha Bijaksana.

Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang diadili sehingga seluruh makhluk berpuas hati dan kemudian orang yang telah diadili akan melewati jembatan sirath.

Syafaat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam di akhirat :

ⅰ- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepat hisab.

ⅱ- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.

ⅲ- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarrah/sawi dari neraka.

(Semua syafaat ini diberikan atas izin Allah Subhanahu Wa Taala.)

Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Allah untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70.000. Setiap 1 orang dari mereka akan mensyafaatkan 70.000 orang yang lain.

Setelah berhasil dihisab, manusia akan berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Neraka berada dibawah jembatan Siratul mustaqim. Lebar jembatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat butuh waktu 15000 tahun. 5000 tahun menaiki, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melewatinya disebabkan api neraka selalu menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

Para malaikat berdiri di kanan dan kiri siratal mustaqim mengawasi setiap makhluk yang melewatinya. Setiap 1000 orang yang melewati siratal mustaqim, hanya 1 orang saja yang berhasil melewatinya, 999 orang sisanya akan terjatuh ke dalam neraka.

Rujukan:
Kitab Aqidatun Najin Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al-
Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.

Kiamat menurut Agama islam di tandai dengan beberapa pertanda :

– Kemunculan Imam Mahdi

– Kemunculan Dajjal

– Turunnya Nabi Isa AS

– Kemunculan Yakjuj dan Makjuj

– Terbitnya matahari dari barat

– Pintu pengampunan akan ditutup

– Dabbat al-Ard(Hewan yang bisa bicara) akan keluar dari tanah & akan memberi tanda kepada orang beriman yang sejati

– Akan ada kabut selama 40 hari yang mematikan orang beriman, sehingga tidak mengalami tanda-tanda kiamat lainnya yang mengerikan

– Terjadi sebuah kebakaran besar yang merusak

– Pemusnahan ka’bah

– Tulisan didalam Al-qur’an akan hilang/lenyap

– Sangkakala ditiup untuk yang pertama kalinya, membuat semua mahluk hidup ketakutan

– Tiupan sangkakala yang kedua akan membuat mahluk hidup mati, dan tiupan yang ketiga membangkitkan mahluk kembali.

(Ilustarsi neraka:Sindonews.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *