Ideologi Kaum Intelektual

 

Potretdepok.com, Sejarah memperlihatkan betapa kebenaran dan kebatilan tak akan berdamai. Pada awal sejarah, kita dusuguhkan perlawanan antara Habil dan Qobil. Habil adalah kebenaran, adalah harmonisasi, sedang Qobil adalah kebatilan, adalah eksploitasi.

Sejarah juga menampilkan 4 tokoh eksploitasi sebagai simbol kebatilan. Ada Fir’aun sebagai simbol pemimpin yang zalim, yang “memaksa” rakyatnya membayar upeti (sekarang yuran/pajak), lalu dikorup oleh segelintir orang.

Ada Qorun sebagai simbol kapitalis, yang membantu rakyat miskin sebagai modus tuk mengambil keuntungan berkali-kali lipat ke depannya. Ada Hamman sebagai simbol pelacur intelektual yang menggunakan pengetahuannya untuk membantu para penindas, mereka mengetahui untuk eksploitasi.

Dan akhirnya, ada Bal’am sebagai simbol ahli agama yang menjadikan agama sebagai legitimasi eksploitasi. Atas nama agama, mereka menebar benci, membangkitkan amarah massa, memanfaatkan keluguan (untuk tidak menyebutnya kedunguan) massa dalam beragama, untuk kepentingan duniawi mereka.

Empat tokoh eksploitasi di atas bukan sosok. Mereka adalah simbol yang bisa mewujud dalam setiap jiwa di setiap masa, tak terkecuali era milenial. Para Nabi hadir sebagai pelindung umat. Mereka mencerahkan massa rakyat,* bangkit bersama melawan para penindas dan eksploitasi.

Celakanya, kenabian ada masa aaktifny. Kenabian berakhir seiring dengan meninggalnya Rasul Saw. Sementara, para Fir’aun, Qorun, Hamman dan Bal’am terus saja tumbuh menjamur di setiap masa.

Lantas, siapakah yang melanjutkan misi kenabian, siapakah yang mengambil peran kehabilan…..?

Rausyan fikr. Yah, Rausyan Fikr adalah pelanjut misi kenabian, pelanjut misi harmonisasi. Rausyan Fikr tidak identik dengan sarjanawan. Rausyan fikr adalah jiwa-jiwa yang tercerahkan dan mencerahkan, tak peduli apakah mereka dari kalangan kampus, petani, buruh atau rakyat jelata.

Rausyan fikr adalah mereka yang sadar akan hakikat dan tanggung jawab diri mereka sebagai manusia yang berTuhan. Mereka adalah orang-orang yang mengetahui untuk HARMONISASI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *