Benarkah, Profesi Buzzer Terkutuk?

Potretdepok.com, Profesi buzzer itu tidak terpuji, ibarat makan bangkai saudara sendiri. Tidak peduli kadang tokoh agama dan ulama pun menjadi sasaran persekusi mereka. Padahal Ibnu Asakir berkata, DARAH DAGING ULAMA BERACUN, MURKA ALLAH BAGI ORANG YANG MENGHINA MARTABATNYA AMAT BESAR. Gak tanggung-tanggung kadang orang sudah mati pun masih dipersekusi dan DISERANG…

Buzzer itu tidak pancasilais karena melanggar sila kedua “KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB”.

Ketahuilah hidupnya buzzer tidak akan tenang di dunia, TERUTAMA di akhirat, karena suka menghina orang, menyerang kehormatan orang.melecehkan martabat orang.membongkar rahasia pribadi orang di depan publik,dan mencibir karya orang. Oleh karena itu para buzzer kalau tidak bertaubat bila mati, maka matinya SU’UL KHATIMAH.

Imam Suyuti berkata, Faktor mati su’ul khatimah didominasi empat kejahatan,
1. Menyia-nyia shalat.
2. Kecanduan khamar.
3. Durhaka kepada kedua orang tua.
4. Menodai martabat dan
kehormatan orang lain.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia nomor 24 yang terbit pada tahun 2017, menegaskan bahwa aktifitas buzzer yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoaks, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip, dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, hukumnya haram. Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya.

(Zainal Abidin Syamsuddin/PD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *