DKM Almujahidin RW.010 Kelurahan Baktijaya, Sembelih Hewan Qurban Dengan Protokol Kesehatan Yang Ketat

Potretdepok.com, Sukmajaya- RW.010 Kelurahan, Baktijaya Kecamatan Sukmajaya kota Depok, telah melaksanakan penyembelihan hewan qurban, pada Selasa (20/07/2021) atau bertepatan dengan tanggal 10 zulhijah 1442 Hijriah, dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid RW.010 Al mujahidin Mh.Syafrudin Komar. Mpdi mengatakan, ada Sebanyak 38 ekor hewan qurban, terdiri dari 8 ekor Sapi, dan 30 ekor kambing telah disembelih, dan akan dibagikan.

“Alhamdulillah, dalam kondisi seperti saat ini, DKM Al Mujahidin bisa melaksanakan penyembelihan hewan qurban sebanyak 38 ekor, 30 ekor kambing ditambah 8 ekor sapi,” ujar Syafrudin

Dikatakan Syafrudin, untuk menghindari kerumunan warga yang ingin melihat penyembelihan, dan juga mempersingkat waktu, 8 ekor sapinya disembelih di tempat pemotongan hewan di daerah juanda. Sementara pemotongan hewan kambing nya dilakukan di wilayah RW.010 dengan menggunakan penutup layar.

“Untuk menghindari kerumunan, kami menyerahkan pemotongan sapi ditempat pemotongan hewan. Meskipun cost nya jadi bertambah besar, tapi demi tetap menjaga protokol Kesehatan ini kita lakukan. Sementara untuk pemotongan kambing, kita lakukan di wilayah RW 010, tapi kelilingnya kita tutup dengan layar plastik, sehingga tidak ada kerumunan yang ingin melihat,”

Syafrudin menambahkan, ada sekitar 30% total daging hewan qurban, yang rutin diserahkan ke beberapa yayasan, bahkan sampai ke wilayah Bogor.

“Disamping setiap warga mendapatkan daging qurban, baik yang muslim ataupun non muslim. DKM setiap idul adha juga rutin menyalurkan kurang lebih ada 30 % daging qurban ke beberapa yayasan, sampai ke wilayah Bogor, bahkan ada salah satu yayasan yang bisa menikmati daging hanya setahun sekali. Kita juga memberikan kepada siapapun yang bekerja di wilayah RW.010, baik pekerja kebersihan, Hansip, maupun asisten rumah tangga, semua kita berikan,” ungkapnya.

Ditempat berbeda Bendahara DKM Al Mujahidin H.Jery Apriano mengatakan hal senada. Menurutnya dipisahkan nya pemotongan sapi di tempat pemotongan hewan, semata hanya untuk menghindari kerumunan.

“Seperti kita ketahui bersama, tingkat penyebaran virus Covid19 semakin tinggi di kota Depok ini. Sehingga mengantisipasi hal itu kita sepakat pemotongan sapi dilaksanakan di tempat pemotongan hewan. Cost nya memang tinggi, tapi protokol kesehatan juga harus kita jaga, bahkan kitapun menghimbau kepada yang berQurban, untuk tidak hadir dalam penyembelihan,”pungkas Jery

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *