Syirik Kecil

Potretdepok.com-Syirik kecil dikenal dengan sebutan syirik ashgar merupakan syirik yang luput dari perhatian kita bahkan kita remehkan. Hal ini karena syirik kecil tidak terlihat secara lahiriah namun lebih ke bentuk amalan hati.

Banyak disebutkan bahwa kita terjerumus ke dalam syirik ashgar ini tanpa kita sadari,  Ibnu Abbas radhiyallahu menganalogikan sebagai berikut:

“Menjadikan abdaad (sekutu-sekutu) adalah berbuat syirik, (dosa) yang lebih samar daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam dalam kegelapan malam”.
Tafsir Ibnu Katsir,1/196.

Jika perbuatan syirik besar menyebabkan seseorang dikeluarkan dari Islam dan terancam masuk neraka, maka syirik kecil  menghapus amal yang tercampur namun tidak terancam kekal di neraka.

Contohnya, Rasulullah Shalalahu’Alaihi Wasallam bersabda jika seseorang bersumpah dengan selain Allah Ta’ala,

“Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka dia telah berbuat syirik. ” HR.Abu Dawud no.3252. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahaih wa Dha’if Sunan Abu Dawud.

Termasuk disini ketika seseorang bersandar  kepada sesuatu sebagaimana dia bersandar kepada Allah Ta’ala.

Bagaimana jika  seseorang melakukan dosa syirik kecil mungkinkah diampuni tanpa ia bertaubat?

Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan dosa syirik tidak diampuni oleh Allah Ta’ala apabila seseorang tidak bertaubat sampai wafat meskipun itu syirik ashgar. Hal ini berdasarkan Firman Allah:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa Dia dikehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.”
*QS. An-Nisa’ (4):48.*

Hal lain yang perlu kita ingat tentang syirik kecil ini,  jangan sesekali kita meremehkannya,

_”Sesungguhnya yang paling aku takutkan dari apa yang aku takutkan menimpa kalian adalah syirkul ashghar. Maka para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dengan syirkul ashghar? “Beliau shalalahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Ar-riya.”_

Semoga ayat-ayat Al Qur’an dan Hadist menjadi penguat diri kita untuk terus berjalan ke arah sesuai petunjuk-Nya agar memperoleh keselamatan dunia akhirat.(lfh/LFH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *